Untuk menjodohkan jangkrik, kita hanya membutuhkan indukan jangkrik dewasa yang sudah siap produksi yang nantinya akan kita kawinkan / jodohkan dalam box penjodohan. Perkawinan jangkrik ini terjadi dengan proses, tidak seperti perkawinan binatang lainnya seperti binatang berjenis ovipar yaitu tokek, cicak, atau binatang jenis unggas. Perkawinan jangkrik membutuhkan waktu, proses, dan juga tempat khusus.
Dalam pemilihan indukan yang akan di jodohkan sebaiknya di pilih spesies / jenis jangkrik yang sama, hal ini bertujuan agar perkawinan dan pembuahan lebih mudah dan cepat. Jika induk betina berjenis sliring maka harus menggunakan pejantan berjenis sliring juga, maka seperti itu. Para peternak jangkrik yang sudah berpengalaman mengatakan bahwa “sebaiknya jangkrik di kawinkan dengan spesies yang sama, bukan kawin silang. Jika di kawinkan dengan jenis spesies yang berbeda maka kemungkinan besar akan gagal kawin dan akhirnya tidak mau bertelur. Jika jangkrik di kawinkan dengan jenis jangkrik lain, maka mereka tidak saling memahami/menerima pesan dari bunyinya.”Jadi yang di maksud pesan bunyi disini adalah suara jangkrik jantan (ngerik) merupakan pesan untuk para induk betina agar menyusup kebawah pejantan dan kawin.
![]() |
| Cara Membedakan Jangkrik |
![]() |
| Box Perjodohan Jangkrik |
Agar telur yang di peroleh banyak maka di perlukan juga induk siap produksi yang banyak, induk yang siap berproduksi bisa telihat dengan tanda-tanda sayak komplit, perut buncit untuk betina dan aktif bunyi (ngerik) untuk pejantan. Jika sudah mendapatkan indukan yang siap kawin selanjutnya masukkan para indukan tersebut di dalam box khusus dan di lakukan perawatan agar proses perkawinan lancar. Box ini bisa juga di gunakan sebagai box penetasan telur jangkrik, jadi box harus benar-benar rapat agar larva jangkrik tidak keluar dari box saat menetas karena larva jangkrik sangat kecil sekali. Pastikan tidak ada ruang pada celah box, bisa di berikan lem kayu agar rapat.
Di dalam box khusus penjodohan ini harus di setting agar media hidup seperti kehidupan jangkrik di alam bebas. Box bisa di sisi dengan dedaunan kering seperti daun pisang, tebu, jagung, dsb. Daun kering ini nantinya akan menjadi tempat persembunyian jangkrik agar mereka merasa aman dan nyaman. Selain media hidup di dalam box juga harus di sediakan kotak bertelur, bisa menggunakan wadah/nampan yang telah di sisi pasir halus. Pasir bisa di saring terlebih dahulu dengan saringan kopi, semakin halus pasir maka akan semakin mudah nantinya saat memisahkan telur jangkrik dari pasir.
Dalam pembuatan box khusus penjodohan ini sebaiknya lebih besar, jangan kecil dan seukuran kardus mie instan. Karena jika box besar maka jangkrik akan merasa aman dan mereka akan mencari tempat persembunyian sendiri-sendiri dan akan melakukan perkawinan dengan memilih pasangan dengan nyaman. Manfaat lainnya adalah jika box penjodohan besar maka akan mengantisipasi perkelahian antar pejantan, dan angka kematianpun semakin kecil sehingga perkawinan lancar dan telur yang di hasilkan bisa maksimal.
Untuk ukuran box penjodohan yang tepat adalah memiliki panjang antara 240 x 120cm dan tinggi 60cm. Ukuran seperti ini bisa nyaman untuk di gunakan mengawinkan 400 ekor indukan.
![]() |
| Bibit Jangkrik |
Untuk persiapan cara ternak jangkrik di atas pasti tentunya sobat tidak kesulitan melakukannya, yang paling di perhatikan adalah tempat/media untuk bertelur sebaiknya menggunakan pasir halus yang sudah di saring dengan menggunakan saringan teh/kopi. Mengapa demikian, karena hal ini akan memudahkan peternak dalam memisahkan antara telur jangkrik dan pasir. Hal lain yang perlu di perhatikan adalah perawatan sang induk, perawatan ini mencakup pemberian pakan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi yang di butuhkan jangkrik. Jangkrik dewasa sangat menyukai daun-daun muda yang masih mengandung banyak air seperti : kubis, kangkung, daun singkong, seledri, pepaya, pisang, dan masih banyak lagi dedaunan yang di sukai jangkrik. Daun muda sangat bagus karena kandungan airnya yang juga bisa di gunakan untuk pengganti air minum jangkrik.
Dengan pemberian pakan dedaunan muda ini tentunya belum cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi jangkrik, masih di butuhkan aneka biji-bijian yang sudah dihaluskan untuk pakan tambahan jangkrik yang sedang di jodohkan. Biji-bijian ini bisa dengan menggunakan biji kacang tanah, jagung, beras merah, dan biji-bijian lainnya yang sekiranya jangkrik doyan memakannya. Pemberian pakan juga harus dikira-kira supaya tidak banyak yang tersisa, apabila pakan tersisa maka harus di buang dan di ganti dengan pakan yang baru. Karena hal ini dapat membuat jangkrik keracunan dan mungkin saja tidak doyan memakan pakan yang sudah basi.
Jika cara ternak jangkrik ini sudah di lakukan perawatan sudah di lakukan dengan tepat, maka tidak lama sang induk akan melakukan perkawinan yang di mulai dengan saling mencari pasangan. Selama proses ini mereka juga akan sibuk mencari tempat yang aman dan nyaman agak telur tidak di mangsa binatang lain atau jangkrik lainnya. Untuk itu di butuhkan nampan berisi pasir yang kita harapkan akan menjadi media bertelur jangkrik, dengan ini jangkrik akan terpaksa menaruh telur mereka dalam satu wadah sehingga memudahkan peternak dalam mengambil telurnya.
Di dalam masa keluarnya telur-telur dari perut sang induk betina hal yang harus kita lakukan adalah menjaga telur tersebut agar tidak di mangsa oleh semut atau jangkrik lainnya. Pada kaki-kaki box bisa di ikatkan kain yang telah di lumuri dengan oli bekas, hal ini untuk mencegah semut naik kedalam box dan memakan telur. Untuk mengantisipasi telur yang di mangsa oleh jangkrik lainnya adalah dengan mengganti media bertelur jangkrik jika sudah penuh. Pindahkan media bertelur yang sudah penuh kedalam box yang telah di siapkan (untuk penetasan). Sebenarnya kotak penjodohan dan penetasan ini bisa berada dalam 1 box, asalkan setelah sang induk selesai bertelur semuanya maka induk-induk tersebut di pindahkan ke box lainnya.
Pada saat bertelur, induk betina akan memasukkan jarum penyuntiknya kedalam pasir dan mengeluarkan secara bertahap dengan kedalaman sekitar 1 cm. Jadi hal ini bisa kita bantu untuk memudahkan jangkrik memasukkan ovipositornya kedalam pasir yang halus (sudah di saring). Tujuan jangkrik menaruh telurnya di dalam pasir adalah agar telur itu bisa aman dari pemangsa dan juga mendapat kehangatan agar nantinya bisa menetas dan menjadi larva jangkrik.
Sang induk ini bisanya akan mati jika sudah selesai bertelur, hal ini terjadi secara alami dan alangkah baiknya jika induk selesai bertelur jangkrik bisa di manfaatkan untuk pakan ternak agar tidak mati secara Cuma-Cuma. Jika Anda bertanya mengapa demikian, saya sendiri belum tahu kenapa jangkrik selalu mati pada saat selesai bertelur. Mungkin saja jangkrik seperti pisang yang akan mati setelah berbuah. Biasanya 1 ekor induk jangkrik betina mampu mengeluarkan telur sebanyak 200-300 butir, dan setelah itu induk akan mati seperti yang sudah saya jelaskan di atas. Untuk berapa jumlah telur yang nanti bisa Anda dapatkan adalah dengan mengira-ngira antara jumlah jangkrik betina yang di kalikan dengan 200-300 butir telur tersebut.
Pada intinya cara ternakjangkrik dengan indukan sendiri ini sangatlah mudah, cukup dengan pemilihan induk, perawatan, dan penyediaan media bertelur cara ini bisa berhasil di lakukan. Cara ini juga bukan karangan atau mengada-ada, bahkan banyak peternak jangkrik yang sudah berpengalaman juga melakukan cara ini untuk mendapatkan telur jangkrik. Teknik ini memang sangat standar namun ini adalah cara yang paling aman dan juga mudah di lakukan.
Sekian Tips Cara Menjodohkan Jangkrik. Semoga bermanfaat ^_^
Untuk pemesanan Telur Jangkrik Kualitas Unggul
SMS / WhatsApp : 0856-5664-2692
BBM : D1C76418
SMS / WhatsApp : 0856-5664-2692
BBM : D1C76418
![]() |
| Telur Jangkrik |
![]() |
| Telur Jangkrik |
![]() |
| Telur Jangkrik |
![]() |
| Telur Jangkrik |






